[et_pb_section fb_built=”1″ admin_label=”section” _builder_version=”3.0.47″][et_pb_row admin_label=”row” _builder_version=”3.0.48″ background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.0.47″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_image src=”https://automoda.id/wp-content/uploads/2018/12/Cara-mengemudi-mobil-di-tikungan.png” align=”center” _builder_version=”3.17.4″][/et_pb_image][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.17.4″ text_font=”Hind Vadodara||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_font_size_phone=”16px” text_font_size_last_edited=”on|phone” text_line_height=”1.8em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Automoda.id – Kita pasti sering mengendarai mobil dengan berbagai jenis kontur jalanan, salah satunya melewati tikungan. Walau kelihatannya melewati tikungan itu bukanlah suatu hal yang sulit, namun ada cara tepat yang semestinya kita terapkan saat melewati jalan menikung agar berkendara bisa lebih aman dan nyaman. Saat melewati tikungan, setir harus berada dalam kontrol penuh. Selain memberi kontrol penuh pada setir, saat melewati tikungan, kita juga harus bisa mengontrol gas dengan cermat, tak perlu untuk melepaskan kaki dari pedal gas, cukup mengangkat sedikit kaki dari injakannya.

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.17.4″ text_font=”Hind Vadodara||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_font_size_phone=”16px” text_font_size_last_edited=”on|phone” text_line_height=”1.8em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Hal itu perlu dilakukan agar mobil tidak kehilangan momentum saat hendak menambah kecepatan. Perlu diingat juga, saat melewati tikungan, tidak dibenarkan untuk menahan apalagi menambah kecepatan kendaraan karena itu justru dapat meningkatkan potensi bahaya. Menurut pemaparan Adrianto Sugiarto Wiyono, Instruktur Defensive Driving dari Indonesia Defensive Driving Center, Prinsip ketika melewati tikungan adalah kita harus mengurangi kecepatan, bukan menambahnya. Untuk mengurangi kecepatan di tikungan, kita boleh melakukannya melalui engine brake atau menginjak pedal rem.

[/et_pb_text][et_pb_image hover_enabled=”0″ align=”center” max_width=”82%” src=”https://automoda.id/wp-content/uploads/2018/12/nyetir-mobil-hemat.jpg” _builder_version=”3.17.4″ max_width_last_edited=”on|phone” max_width_phone=”87%”][/et_pb_image][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.17.4″ text_font=”Hind Vadodara||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_font_size_phone=”16px” text_font_size_last_edited=”on|phone” text_line_height=”1.8em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

(Baca juga: Untung dan Ruginya Penggunaan Start-Stop Engine Pada Mobil)

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.17.4″ text_font=”Hind Vadodara||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_font_size_phone=”16px” text_font_size_last_edited=”on|phone” text_line_height=”1.8em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Di samping harus memperhatikan pergerakan setir dan gas, ada beberapa hal lain yang pantang untuk dilakukan saat melewati tikungan, misalnya menyalip kendaraan di depan saat kita berada di tikungan, ini berlaku baik saat jalan dalam kondisi ramai atau sepi. Hal itu dikarenakan sudut yang ada di tikungan merupakan blind spot, yang membuat kita jadi tidak bisa melihat dengan jelas ada apa di depan. Jika tetap nekat menyalip kendaraan di tikungan, bukan tidak mungkin kita akan mengalami kecelakaan karena kurangnya kendali pada kendaraan

[/et_pb_text][et_pb_text admin_label=”Text” _builder_version=”3.17.4″ text_font=”Hind Vadodara||||||||” text_text_color=”#000000″ text_font_size=”17px” text_font_size_phone=”16px” text_font_size_last_edited=”on|phone” text_line_height=”1.8em” background_size=”initial” background_position=”top_left” background_repeat=”repeat”]

Artikel asli

[/et_pb_text][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section][et_pb_section fb_built=”1″ _builder_version=”3.17.4″][et_pb_row _builder_version=”3.17.4″][et_pb_column type=”4_4″ _builder_version=”3.17.4″ parallax=”off” parallax_method=”on”][et_pb_divider color=”#d8d8d8″ _builder_version=”3.17.4″][/et_pb_divider][/et_pb_column][/et_pb_row][/et_pb_section]